Selasa, 06 Januari 2015

Pendidik & Tenaga Kependidikan


Mutu RSKM dijamin dengan guru yang menunjukkan kinerja optimal sesuai dengan tugas profesionalnya ( merencanakan dan melaksanakan PBM,menilai hasil pembelajaran serta melakukan bimb dan pelatihan ).
Pencapaian indikator kinerja kunci minimal, yaitu memenuhi Standar Pendidik.
Pencapaian indikator kinerja kunci tambahan:
 Semua guru mampu memfasilitasi pembelajaran berbasis TIK.
 Guru mata pelajaran kelompok sains, matematika, dan inti kejuruan mampu mengampu pembelajaran berbahasa inggris.
 Minimal 20% guru berpendidikan S2 dari perguruan tinggi yang prog.studinya berakreditasi A.
 Pengajar RSKM untuk matapelajaran MIPA sudah terkondisi dengan menggunakan ICT dan berusaha Bilingual
 Untuk meningkatkan penguasaan konsep para guru diikutkan seminar,workshop, dan mengundang pakar dari perguruan tinggi favorite
 Setiap guru diwajibkan menyusun Handout,modul atau worksheet untuk pegangan anak dan guru
 Para guru dituntut untuk menguasai Bahasa Inggris sesuai bidang studi masing-masing
Mutu RSKM dijamin dengan kepala sekolah yang menunjukkan kinerja optimal sesuai dengan tugas profesionalnya, yaitu sebagai pemimpin manajerial-administratif dan pemimpin manajerial-edukatif. Pencapaian indikator kinerja kunci minimal, yaitu memenuhi Standar Kepala Sekolah.
Keberhasilan ditandai juga dengan Pencapaian indikator kinerja kunci tambahan:
 Minimal S2 dari perguruan tinggi yg prog.studinya berakreditasi A dan telah menempuh pelatihan kepala sekolah dari lembaga pelatihan yang diakui oleh Pemerintah.
 Mampu berbahasa Inggris secara aktif.
 Bervisi internasional, mampu membangun jejaring internasional, memiliki kompetensi manajerial, serta jiwa kepemimpinan dan entrepreneural yang kuat.

Pengelolaan Lingkungan SMA N 3 Boyolali

Mutu RSKM dijamin dengan pengelolaan yang menerapkan manajemen berbasis sekolah.
Pencapaian indikator kinerja kunci minimal, yaitu memenuhi Standar Pengelolaan.
Pencapaian indikator kinerja kunci tambahan:
 Bebas narkoba dan rokok.
 Bebas kekerasan( bullying )
 Menerapkan prinsip kesetaraan gender dalam segala aspek pengelolaan sekolah.
 Meraih medali tingkat nasional pada berbagai kompetisi sains, matematika,teknologi seni dan olahraga
 Pengelolaan sekolah mengacu pada ISO
 Inventarisasi sarana dan prasarana yang ada secara periodik
 Pengadaan barang selalu mengacu pada kepentingan program sekolah

 

Pembiayaan

  • Dalam rangka menuju ke Sekolah katagori mandiri (  SKM ) dijamin dengan pembiayaan yang sekurang-kurangnya terdiri atas biaya investasi, biaya operasional, dan biaya personal.
  • Biaya investasi berasal dari Pemerintah pusat, propinsi  maupun Kabupaten.
  • Biaya Operasional berasal dari RIntisan BOS SMA dan Sumbangan Iuran Komite Sekolah
  • Biaya personal berasal dari orang tua siswa masing  masing.
  • Pencapaian indikator kinerja kunci minimal, yaitu memenuhi Standar Pembiayaan.
  • Pencapaian indikator kinerja kunci tambahan, yaitu menerapkan model pembiayaan yang efisien untuk mencapai berbagai target indikator kunci tambahan.
  •  Pembiayaan dari Block Grand Pusat, Propinsi, Pemerintah Kota dan Komite.

Senin, 05 Januari 2015

SARANA PRASARANA SMA N 3 BOYOLALI



      1 Fasilitas kelas dilengkapi dengan LCD, Komputer yang sudah terkoneksi          Internet, untuk                         memudahkan   siswa mengakses materi pembelajaran dari Internet


2 Ruang Guru, dilengkapi dengan komputer yang sudah terkoneksi Internet, digunakan untuk Guru-guru mencari materi pembelajaran dan mengupload materi ke Internet.
3 Ruang Kepala Sekolah sudah dilengkapi dengan Komputer yang sudah terkoneksi ke Internet,
Ruang Multimedia dan Ruang Lab Komputer
5 Ruang perpustakaan akan dilengkapi perpustakaan digital, serta operasional dilakukan secara system elektronik  
6. Di SMA N 3 Boyalali sudah tersedia 26 kelas , yang mana kelas X ada 9 kelas, kelas XI ada 9 kelas, yaitu 5 kelas IPA dan  4 kelas IPS,sedangkan kelas  XII terdiri dari 8 kelas, 4 kelas IPA dan  4 kelas untuk IPS 
7. Alat kebersihan dan sarana pembelajaran yang dibutuhkan oleh setiap kelas pun tersedia, dimana siswa dapat meminta alat alat tersebut di kantor TU. Selain di tiap- tiap kelas, ruangan lain pun juga disediakan alat- alat kebersihan, seperti di Masjid, di Lab  Fisika, Lab TIK, Lab kimia, Lab Bioloogi , Perpustakaan dan ruangan  lainnya.
8. Di SMA N 3 BOYOLALI  terdapat masjd yang cukup besar , dimana siswa siswa SMA N 3 Boyolali bisa menjalankan ibadah shalat dhuha, shalat dzuhur, dan shala jum'at dan ibadah lainnya.
Selain yang saya sebutkan di atas di SMA N 3 BOYOLALI masih mempunyai sarana prasarana lainnya.


 SMAN 3 BOYOLALI

  SEJARAH SMAN 3 BOYOLALI


     Dalam rangka alih fungsi SPG / SGO menjadi SMTA sesuai dengan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 178/C/Kep/1989 Tentang Pedoman Pelaksanaan Alih Fungsi Sekolah Pendidikan Guru dan Sekolah Guru Olah Raga menjadi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Lainnya. Maka pada Tahun 1988 SPG / SGO alih fungsi menjadi SMA Negeri 3 Boyolali yang terdiri dari 4 kelas siswa, karena uantuk kelas II, III masih siswa-siswi SPG. Kemudian pada Tahun Pelajaran 1989 / 1990 menerima 6 Kelas, Sehingga jumlah kelas saat itu ada 10 kelas. Pada waktu itu SPG / SGO beralamat di Jl. Pandanaran No. 169 Boyolali, kemudian pada Tahun 1989 pindah menempati Gedung Yang Baru yang beralamat Jl. Perintis Kemerdekaan ( 0276) 324586, ( 57316 ) Pulisen, Boyolali sampai sekarang.
VISI DAN MISI SMAN 3 BOYOLALI
 



 
Visi
Menjadikan SMA Negeri 3 Boyolali  yang unggul , kreatif, inovatif ,  kompetitif religius dan berbudaya lingkungan

Misi
  • Mendorong siswa untuk mengenali potensi diri.
  • Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan kompetitif. 
  • Menumbuhkan semangat keunggulan kepada seluruh warga sekolah.
  • Mendorong semangat belajar yang mengikuti  perkembangan zaman dan teknologi. 
  • Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan budaya bangsa untuk menjadi sumber kearifan dalam bertindak
KURIKULUM SMAN 3 BOYOLALI
 Mutu RSKM dijamin dengan keberhasilan melaksanakan kurikulum secara tuntas.
Pencapaian indikator kerja kunci minimal:
  • Menerapkan KTSP
  • Berusaha menerapkan sistem SKS di SMA
  • Memenuhi Standar Isi
  • Memenuhi Standar Kompetensi Lulusan
Pencapaian indikator kinerja kunci tambahan:
  •  Sistem administrasi akademik berbasis TIK dimana setiap saat siswa bisa mengakses transkripnya masing-masing.
Menerapkan standar kelulusan sekolah yang lebih tinggi dari Standar Kompetensi Lulusan
 Menggunakan KTSP ditambah kurikulum adopsi yang dibutuhkan untuk memasuki jenjang perguruan tinggi yang dituju
 Standar ketuntasan minimal lebih tinggi dari program reguler dan disesuaikan dengan prasarat masuk ke perguruan tinggi yang dituju baik nasional maupun internasional
 Materi ajar advance level (A-Level) agar dapat lolos tes untuk mendapatkan setifikat internasional.